Langsung ke konten utama

[REVIEW] Novel "1984" Karya George Orwell

 



Baiklah, kali ini buku yang saya review agak berbeda dari biasanya, buku kali ini adalah buku terjemahan dari penulis luar negeri, George Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Buku yang saya baca diterjemahkan dengan sangat baik oleh Landung Simatupang dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dengan tebal buku 397 halaman, saya kira buku ini adalah salah satu buku yang membuat saya menghela napas karena isi bukunya sangat menguras waktu dan pikiran ketika membacanya.

Buku ini menceritakan sebuah kisah di masa depan, masa lalu, dan masa kini. George Orwell menuliskannya pada tahun 1949 dan isinya sangat relevan dengan sejarah yang pernah terjadi (dalam sejarah yang saya tahu karena barang kali sejarah yang saya ketahui bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi), relevan dengan masa kini, dan jika indikasi yang diterangkan dalam buku ini terus muncul maka bukan tidak mungkin di masa depan, realitas dalam buku ini benar-benar akan terjadi. 

Ketika saya membaca buku ini di bab pertama, berbagai pertanyaan, kecurigaan, asumsi, dan kebingungan mulai muncul dalam benar saya. Apalagi ketika lingkungan disana diuraikan oleh penulis, banyak kejanggalan yang muncul dan membuat saya bertanya-tanya sejak kapan hal seperti ini mulai terjadi. Selain itu, saya mulai kelelahan dengan banyaknya istilah baru yang saya temukan dalam buku ini dan begitu menuju bagian konflik cerita, banyaknya hal dalam buku ini yang relevan dengan kondisi masa kini. 

Setelah saya menyelesaikan buku ini, pikiran saya tidak bisa diam, saya mulai menelusuri hal-hal yang kiranya dapat saya lakukan agar realitas dalam buku ini tidak terjadi di kehidupan nyata. Meskipun harapan saya agak terkhianati dengan ending cerita tapi sepertinya saya cukup puas karena jawaban dalam buku itu bukan akhir atau makna. Jejak, catatan, ingatan, dan keyakinan terhadap sesuatu menurut saya adalah senjata yang paling kuat untuk melawan penguasa setelah saya membaca buku ini. 

Saya benar-benar berharap, setiap orang memiliki minat baca dan kemampuan nalar yang cukup untuk memahami buku semacam ini, meskipun saya kira itu adalah sebuah mimpi yang terlalu indah. Setelah membaca buku ini, saya menjadi semakin yakin, buku bukan sekadar jendela dunia, tetapi esensi dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] Novel "NAMAKU ALAM 1" Karya Leila S. Chudori

Sebelum masuk ke pembahasan, novel ini adalah buku kedua yang direview di blog ini, dan entah kenapa lagi-lagi karya Leila S. Chudori. Novel ini memiliki  latar yang hampir mirip dengan buku Laut Bercerita meskipun memiliki cerita yang jauh berbeda dengan tokoh yang berbeda pula. Nah, mari kita mulai review novel ini. Awal membaca novel ini, pembaca akan disuguhkan sebuah suasana muram, ditambah ilustrasi bab yang cukup membingungkan dan menarik minat mata untuk menjelajahi makna dibalik gambar unik tersebut. Hal yang menarik dalam novel ini adalah ketika setiap tokoh memiliki karakter yang khas dan dihidangkan dengan baik oleh penulis sehingga kita cepat akrab dengan dialog maupun tingkah tokoh-tokoh tersebut. Beberapa konflik antar tokoh juga seringkali diselesaikan dengan cara yang tidak terduga, seperti ketika Trimulya teman satu SMA Alam yang dibully oleh geng Denny sehingga dia harus pindah sekolah dan dipertemukan kembali dengan Alam secara tidak terduga. Tentu saja suasana ...

[REVIEW] Novel "LAUT BERCERITA" Karya Leila S. Chudori

Novel karya Leila S. Chudori ini adalah sebuah karya fiksi yang menceritakan perjuangan aktivis kampus yang berjuang melawan kekejaman orde lama. Pembuatan novel ini juga dibuat berdasarkan riset dari hasil wawancara dengan narasumber-narsumber yang mengalami secara langsung kekejaman pada masa itu dan para ahli serta penduduk Sebuah novel yang menyuguhkan berbagai macam pengalaman, perasaan, pengetahuan dan juga kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang diluar sana atau mungkin disekitar kita yang tak terungkap atau sengaja tak diungkapkan. Lelaki bernama Biru Laut Wibisono yang akrab dipanggil Laut oleh keluarga maupun kawan-kawannya adalah seorang yang pendiam namun dipikirannya terdapat ide-ide dan keyakinan yang kuat akan keinginannya untuk mengubah negara Indonesia yang dikuasai oleh rezim penguasa orde baru yang mengkekang kebebasan berpendapat warga negaranya. Pembukaan cerita ini ialah sebuah ending yang menggambarkan bagaimana seorang Laut bertemu dengan laut secara harfiah. ...