Buku Pergi karya Tere Liye ini merupakan buku kedua dari seri bandit-bandit berkelas, lanjutan dari buku pertama berjudul "Pulang". Tokoh utama dari novel ini adalah seorang pemuda berumur 35 tahun bernama Bujang yang terpaksa harus menjadi anggota Keluarga Tong, salah satu dari 8 keluarga yang berkuasa dalam shadow economy . Kalian pasti bertanya-tanya kenapa judul novelnya pulang dan pergi. Apakah tokoh utama dalam novel ini berkelana ke suatu tempat untuk menemukan suatu jawaban? dan memutuskan untuk pulang lalu pergi lagi karena alasan tertentu? Tidak, cerita ini berfokus pada pencarian arah hidup, Bujang yang memiliki masa lalu kelam dan sampai dititik harus mengemban tanggung jawab yang besar di buku kedua ini dia harus melewati pertarungan hidup-mati untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah sebelumnya dia memutuskan untuk "Pulang". Buku ini membuka berbagai rahasia yang ditimbun keluarganya dan bertemu sosok misteriu...
Baiklah, kali ini buku yang saya review agak berbeda dari biasanya, buku kali ini adalah buku terjemahan dari penulis luar negeri, George Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Buku yang saya baca diterjemahkan dengan sangat baik oleh Landung Simatupang dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dengan tebal buku 397 halaman, saya kira buku ini adalah salah satu buku yang membuat saya menghela napas karena isi bukunya sangat menguras waktu dan pikiran ketika membacanya. Buku ini menceritakan sebuah kisah di masa depan, masa lalu, dan masa kini. George Orwell menuliskannya pada tahun 1949 dan isinya sangat relevan dengan sejarah yang pernah terjadi (dalam sejarah yang saya tahu karena barang kali sejarah yang saya ketahui bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi), relevan dengan masa kini, dan jika indikasi yang diterangkan dalam buku ini terus muncul maka bukan tidak mungkin di masa depan, realitas dalam buku ini benar-benar akan terjadi. Ketika saya membaca buku ini di bab...