Langsung ke konten utama

[REVIEW] Novel "Pergi" Karya Tere Liye


Buku Pergi karya Tere Liye ini merupakan buku kedua dari seri bandit-bandit berkelas, lanjutan dari buku pertama berjudul "Pulang". 

Tokoh utama dari novel ini adalah seorang pemuda berumur 35 tahun bernama Bujang yang terpaksa harus menjadi anggota Keluarga Tong, salah satu dari 8 keluarga yang berkuasa dalam shadow economy.

Kalian pasti bertanya-tanya kenapa judul novelnya pulang dan pergi. Apakah tokoh utama dalam novel ini berkelana ke suatu tempat untuk menemukan suatu jawaban? dan memutuskan untuk pulang lalu pergi lagi karena alasan tertentu?

Tidak, cerita ini berfokus pada pencarian arah hidup, Bujang yang memiliki masa lalu kelam dan sampai dititik harus mengemban tanggung jawab yang besar di buku kedua ini dia harus melewati pertarungan hidup-mati untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah sebelumnya dia memutuskan untuk "Pulang".

Buku ini membuka berbagai rahasia yang ditimbun keluarganya dan bertemu sosok misterius yang mengetahui nama aslinya. Padahal hanya beberapa orang saja yang tahu tentang itu. Pertarungan juga semakin memanas setelah keluarga shadow economy lain berkoalisi untuk menghancurkan keseimbangan yang telah ada sampai saat ini. 

Novel ini dikemas dengan sangat baik, meskipun alur ceritanya cukup cepat tetapi setiap tokoh baru dan keluarga shadow economy yang lain dijelaskan latar belakangnya dengan sangat baik. Disisipi sejarah dan dibumbui dengan fantasi yang menarik, buku ini cukup memuaskan dan mampu mengimbangi epiknya plot twist di buku pertama.

Novel Pergi karya Tere Liye ini diterbitkan oleh Sabak Grip Nusantara, dicetak tanggal 16 Juli 2024 dengan jumlah halaman 442. Lanjutan dari buku ini adalah "Pulang-Pergi"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] Novel "NAMAKU ALAM 1" Karya Leila S. Chudori

Sebelum masuk ke pembahasan, novel ini adalah buku kedua yang direview di blog ini, dan entah kenapa lagi-lagi karya Leila S. Chudori. Novel ini memiliki  latar yang hampir mirip dengan buku Laut Bercerita meskipun memiliki cerita yang jauh berbeda dengan tokoh yang berbeda pula. Nah, mari kita mulai review novel ini. Awal membaca novel ini, pembaca akan disuguhkan sebuah suasana muram, ditambah ilustrasi bab yang cukup membingungkan dan menarik minat mata untuk menjelajahi makna dibalik gambar unik tersebut. Hal yang menarik dalam novel ini adalah ketika setiap tokoh memiliki karakter yang khas dan dihidangkan dengan baik oleh penulis sehingga kita cepat akrab dengan dialog maupun tingkah tokoh-tokoh tersebut. Beberapa konflik antar tokoh juga seringkali diselesaikan dengan cara yang tidak terduga, seperti ketika Trimulya teman satu SMA Alam yang dibully oleh geng Denny sehingga dia harus pindah sekolah dan dipertemukan kembali dengan Alam secara tidak terduga. Tentu saja suasana ...

[REVIEW] Novel "LAUT BERCERITA" Karya Leila S. Chudori

Novel karya Leila S. Chudori ini adalah sebuah karya fiksi yang menceritakan perjuangan aktivis kampus yang berjuang melawan kekejaman orde lama. Pembuatan novel ini juga dibuat berdasarkan riset dari hasil wawancara dengan narasumber-narsumber yang mengalami secara langsung kekejaman pada masa itu dan para ahli serta penduduk Sebuah novel yang menyuguhkan berbagai macam pengalaman, perasaan, pengetahuan dan juga kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang diluar sana atau mungkin disekitar kita yang tak terungkap atau sengaja tak diungkapkan. Lelaki bernama Biru Laut Wibisono yang akrab dipanggil Laut oleh keluarga maupun kawan-kawannya adalah seorang yang pendiam namun dipikirannya terdapat ide-ide dan keyakinan yang kuat akan keinginannya untuk mengubah negara Indonesia yang dikuasai oleh rezim penguasa orde baru yang mengkekang kebebasan berpendapat warga negaranya. Pembukaan cerita ini ialah sebuah ending yang menggambarkan bagaimana seorang Laut bertemu dengan laut secara harfiah. ...

[REVIEW] Novel "1984" Karya George Orwell

  Baiklah, kali ini buku yang saya review agak berbeda dari biasanya, buku kali ini adalah buku terjemahan dari penulis luar negeri, George Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Buku yang saya baca diterjemahkan dengan sangat baik oleh Landung Simatupang dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dengan tebal buku 397 halaman, saya kira buku ini adalah salah satu buku yang membuat saya menghela napas karena isi bukunya sangat menguras waktu dan pikiran ketika membacanya. Buku ini menceritakan sebuah kisah di masa depan, masa lalu, dan masa kini. George Orwell menuliskannya pada tahun 1949 dan isinya sangat relevan dengan sejarah yang pernah terjadi (dalam sejarah yang saya tahu karena barang kali sejarah yang saya ketahui bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi), relevan dengan masa kini, dan jika indikasi yang diterangkan dalam buku ini terus muncul maka bukan tidak mungkin di masa depan, realitas dalam buku ini benar-benar akan terjadi.  Ketika saya membaca buku ini di bab...