Langsung ke konten utama

[REVIEW] FILM 18x2 BEYOND YOUTHFUL DAYS


Film ini bercerita tentang seorang pembuat game bernama Jimmy yang sedang terpuruk dan memutuskan melakukan pelesiran untuk menemui seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya, Ami. Ditengah perjalanannya ia bertemu banyak orang dan teringat dengan pertemuannya dengan Ami 18 tahun yang lalu saat mereka sedang bekerja bersama di tempat Karaoke.

Film ini membawakan cerita dengan transisi waktu yang cukup dinamis dimana tiap momen tersambung dengan baik antara masa kini dan masa lalu. Penempatan plot twist diawal cerita dan pengungkapannya diakhir cerita juga cukup rapih sehingga emosinya dapat tersampaikan dengan baik.

Pesan dalam film ini yang cukup berkesan adalah jika kamu lelah, tidak apa-apa beristirahat sejenak. Seperti yang dikatakan ayah Jimmy "Istirahat mempersiapkan jalan yang panjang". Selain itu, film ini juga menunjukkan bahwa dengan mengunjungi tempat-tempat baru, bertemu orang-orang baru, dan mencoba hal-hal baru, dapat membantu kita pulih, dari segala hal yang membebani diri kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] Novel "NAMAKU ALAM 1" Karya Leila S. Chudori

Sebelum masuk ke pembahasan, novel ini adalah buku kedua yang direview di blog ini, dan entah kenapa lagi-lagi karya Leila S. Chudori. Novel ini memiliki  latar yang hampir mirip dengan buku Laut Bercerita meskipun memiliki cerita yang jauh berbeda dengan tokoh yang berbeda pula. Nah, mari kita mulai review novel ini. Awal membaca novel ini, pembaca akan disuguhkan sebuah suasana muram, ditambah ilustrasi bab yang cukup membingungkan dan menarik minat mata untuk menjelajahi makna dibalik gambar unik tersebut. Hal yang menarik dalam novel ini adalah ketika setiap tokoh memiliki karakter yang khas dan dihidangkan dengan baik oleh penulis sehingga kita cepat akrab dengan dialog maupun tingkah tokoh-tokoh tersebut. Beberapa konflik antar tokoh juga seringkali diselesaikan dengan cara yang tidak terduga, seperti ketika Trimulya teman satu SMA Alam yang dibully oleh geng Denny sehingga dia harus pindah sekolah dan dipertemukan kembali dengan Alam secara tidak terduga. Tentu saja suasana ...

[REVIEW] Novel "1984" Karya George Orwell

  Baiklah, kali ini buku yang saya review agak berbeda dari biasanya, buku kali ini adalah buku terjemahan dari penulis luar negeri, George Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Buku yang saya baca diterjemahkan dengan sangat baik oleh Landung Simatupang dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dengan tebal buku 397 halaman, saya kira buku ini adalah salah satu buku yang membuat saya menghela napas karena isi bukunya sangat menguras waktu dan pikiran ketika membacanya. Buku ini menceritakan sebuah kisah di masa depan, masa lalu, dan masa kini. George Orwell menuliskannya pada tahun 1949 dan isinya sangat relevan dengan sejarah yang pernah terjadi (dalam sejarah yang saya tahu karena barang kali sejarah yang saya ketahui bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi), relevan dengan masa kini, dan jika indikasi yang diterangkan dalam buku ini terus muncul maka bukan tidak mungkin di masa depan, realitas dalam buku ini benar-benar akan terjadi.  Ketika saya membaca buku ini di bab...

Korupsi dan Budaya Memberi Suku Sunda

Dalam budaya sunda, ketika seseorang akan berterima kasih, maka ia akan memberikan sesuatu. Entah dalam bentuk uang maupun hal lainnya. Akan tetapi dalam pasal undang-undang yang mengatur tentang korupsi disebut bahwa pemberian sesuatu kepada seseorang dengan maksud tertentu maka itu dikategorikan ke dalam suap atau gratifikasi yang termasuk dalam bentuk-bentuk korupsi. Hal ini yang terkadang membuat para guru atau dosen dibuat serba salah ketika ada muridnya yang telah lulus sekolah atau kuliah yang memberikan sesuatu kepada mereka dengan maksud berterima kasih. Hasinya, ada yang menerimanya karena tidak enak, ada yang menerimanya karena memandang hal itu sebagai budaya adat orang sunda, dan ada juga yang menolak karena merasa hal itu melanggar aturan. Ketiga tindakan itu jika dilihat dari sisi aturan dan budaya secara bersamaan maka tidak ada yang salah dan benar secara mutlak. Yang menjadikan hal itu salah adalah ketika oknum yang menerima ‘rasa terima kasih’ itu dengan mengiming-im...