Langsung ke konten utama

[REVIEW] FILM TUNGGU AKU SUKSES NANTI (2026)

 


Judul
Tunggu Aku Sukses Nanti
Genre
Drama, Family
Sinopsis    :
Tiap lebaran, Arga (Ardit Erwandha) selalu jadi sasaran cibiran keluarga. Di tengah sepupu–sepupunya yang sudah mapan, Arga yang sudah 3 tahun menganggur pun semakin merasa minder. Ekonomi makin sulit, pacar minta segera dinikahi, Adiknya (Adzana Ashel) terancam gagal bayar uang kuliah, dan rumah nenek yang mereka tumpangi hendak dijual.
Ia pontang panting mencari kerja, demi bisa membuktikan diri pada keluarga. Akankah Arga bisa membuktikan kalau di acara kumpul keluarga Lebaran tahun 2026 ini, dirinya bisa sukses dan dihormati?
 

Produser

Gope T. Samtani

Sutradara

Naya Anindita

Penulis

Evelyn Afnilia

Production

Rapi Films


Pemeran

Ardit Erwandha

Lulu Tobing    

Ariyo Wahab

Adzana Ashel

Sarah Sechan

Maudy Effrosina

Reza Chandika

Fita Anggriani

Afgansyah Reza


Review

Plot 9/10 premis dalam film digambarkan dengan cukup bagus dan relate dengan kehidupan sandwich generation. 

Tokoh 7/10 Perkembangan karakter tokoh utama dijelaskan dengan baik, tetapi karakter pendukung yang ada, digambarkan terlalu polos seperti ketika tokoh utama marah kepada kerabatnya, tetapi tidak ada pertengkaran yang terjadi setelahnya.

Alur 9/10 Urutan kejadian diceritakan dengan rapi didukung dengan keterangan waktu pada saat lebaran dari waktu ke waktu.

Feel 9/10 Emosi dalam film ini cukup terasa, penonton berhasil dibawa oleh naik turunnya emosi tokoh utama. Saat scene komedi, penonton tertawa dan saat scene sedih, penonton ikut sedih bahkan ada yang sampai menangis.

Overall 9/10 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] Novel "NAMAKU ALAM 1" Karya Leila S. Chudori

Sebelum masuk ke pembahasan, novel ini adalah buku kedua yang direview di blog ini, dan entah kenapa lagi-lagi karya Leila S. Chudori. Novel ini memiliki  latar yang hampir mirip dengan buku Laut Bercerita meskipun memiliki cerita yang jauh berbeda dengan tokoh yang berbeda pula. Nah, mari kita mulai review novel ini. Awal membaca novel ini, pembaca akan disuguhkan sebuah suasana muram, ditambah ilustrasi bab yang cukup membingungkan dan menarik minat mata untuk menjelajahi makna dibalik gambar unik tersebut. Hal yang menarik dalam novel ini adalah ketika setiap tokoh memiliki karakter yang khas dan dihidangkan dengan baik oleh penulis sehingga kita cepat akrab dengan dialog maupun tingkah tokoh-tokoh tersebut. Beberapa konflik antar tokoh juga seringkali diselesaikan dengan cara yang tidak terduga, seperti ketika Trimulya teman satu SMA Alam yang dibully oleh geng Denny sehingga dia harus pindah sekolah dan dipertemukan kembali dengan Alam secara tidak terduga. Tentu saja suasana ...

[REVIEW] Novel "LAUT BERCERITA" Karya Leila S. Chudori

Novel karya Leila S. Chudori ini adalah sebuah karya fiksi yang menceritakan perjuangan aktivis kampus yang berjuang melawan kekejaman orde lama. Pembuatan novel ini juga dibuat berdasarkan riset dari hasil wawancara dengan narasumber-narsumber yang mengalami secara langsung kekejaman pada masa itu dan para ahli serta penduduk Sebuah novel yang menyuguhkan berbagai macam pengalaman, perasaan, pengetahuan dan juga kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang diluar sana atau mungkin disekitar kita yang tak terungkap atau sengaja tak diungkapkan. Lelaki bernama Biru Laut Wibisono yang akrab dipanggil Laut oleh keluarga maupun kawan-kawannya adalah seorang yang pendiam namun dipikirannya terdapat ide-ide dan keyakinan yang kuat akan keinginannya untuk mengubah negara Indonesia yang dikuasai oleh rezim penguasa orde baru yang mengkekang kebebasan berpendapat warga negaranya. Pembukaan cerita ini ialah sebuah ending yang menggambarkan bagaimana seorang Laut bertemu dengan laut secara harfiah. ...

Korupsi dan Budaya Memberi Suku Sunda

Dalam budaya sunda, ketika seseorang akan berterima kasih, maka ia akan memberikan sesuatu. Entah dalam bentuk uang maupun hal lainnya. Akan tetapi dalam pasal undang-undang yang mengatur tentang korupsi disebut bahwa pemberian sesuatu kepada seseorang dengan maksud tertentu maka itu dikategorikan ke dalam suap atau gratifikasi yang termasuk dalam bentuk-bentuk korupsi. Hal ini yang terkadang membuat para guru atau dosen dibuat serba salah ketika ada muridnya yang telah lulus sekolah atau kuliah yang memberikan sesuatu kepada mereka dengan maksud berterima kasih. Hasinya, ada yang menerimanya karena tidak enak, ada yang menerimanya karena memandang hal itu sebagai budaya adat orang sunda, dan ada juga yang menolak karena merasa hal itu melanggar aturan. Ketiga tindakan itu jika dilihat dari sisi aturan dan budaya secara bersamaan maka tidak ada yang salah dan benar secara mutlak. Yang menjadikan hal itu salah adalah ketika oknum yang menerima ‘rasa terima kasih’ itu dengan mengiming-im...