Langsung ke konten utama

[REVIEW] Daily Dose Of Sunshine


Film Daily Dose of Sunshine adalah film yang menceritakan kisah seorang perawat di rumah sakit bagian poli kejiwaan yang menemukan berbagai kasus kejiwaan dan penyebabnya. Dalam film ini penonton akan disajikan berbagai bentuk kelainan jiwa dari yang ringan sampai yang parah.

Yang unik dalam film ini adalah peran perawat dan dokter diperlihatkan begitu jelas sehingga penonton dapat memahami apa yang dirasakan dan dialami oleh pasien. Selain itu, film ini juga mengedukasi penonton mengenai stigma yang sering kali menempel pada pasien kelainan jiwa dan sudut pandang pasien kelainan jiwa ketika gejalanya muncul.

Pada masa dimana informasi dan distraksi bertebaran dimana-mana, orang yang terjangkit kelainan jiwa mulai meningkat. Film ini menjadi salah satu reminder agar kita selalu merawat diri sendiri dan tidak langsung menghakimi seseorang yang 'berbeda'. Film ini bisa menjadi salah satu pertolongan besar saat orang yang mengalami gejala kelainan jiwa atau mengenal seseorang yang kelainan jiwa tetapi bingung harus berbuat apa.

Film ini dikemas dengan sangat baik, chemistry antara tokoh sangat terasa meskipun romance-nya kadang agak canggung. Perkembangan tokoh utaa juga sungguh menakjubkan. Pengetahuan yang disajikan dalam film ini memang perlu di cross check kembali tapi secara umum, sangat amat berharga.

Oh iyaa jangan lupa siapkan tisu, karena banyak adegan yang bikin nangis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] Novel "LAUT BERCERITA" Karya Leila S. Chudori

Novel karya Leila S. Chudori ini adalah sebuah karya fiksi yang menceritakan perjuangan aktivis kampus yang berjuang melawan kekejaman orde lama. Pembuatan novel ini juga dibuat berdasarkan riset dari hasil wawancara dengan narasumber-narsumber yang mengalami secara langsung kekejaman pada masa itu dan para ahli serta penduduk Sebuah novel yang menyuguhkan berbagai macam pengalaman, perasaan, pengetahuan dan juga kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang diluar sana atau mungkin disekitar kita yang tak terungkap atau sengaja tak diungkapkan. Lelaki bernama Biru Laut Wibisono yang akrab dipanggil Laut oleh keluarga maupun kawan-kawannya adalah seorang yang pendiam namun dipikirannya terdapat ide-ide dan keyakinan yang kuat akan keinginannya untuk mengubah negara Indonesia yang dikuasai oleh rezim penguasa orde baru yang mengkekang kebebasan berpendapat warga negaranya. Pembukaan cerita ini ialah sebuah ending yang menggambarkan bagaimana seorang Laut bertemu dengan laut secara harfiah. ...

[REVIEW] Novel "1984" Karya George Orwell

  Baiklah, kali ini buku yang saya review agak berbeda dari biasanya, buku kali ini adalah buku terjemahan dari penulis luar negeri, George Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Buku yang saya baca diterjemahkan dengan sangat baik oleh Landung Simatupang dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dengan tebal buku 397 halaman, saya kira buku ini adalah salah satu buku yang membuat saya menghela napas karena isi bukunya sangat menguras waktu dan pikiran ketika membacanya. Buku ini menceritakan sebuah kisah di masa depan, masa lalu, dan masa kini. George Orwell menuliskannya pada tahun 1949 dan isinya sangat relevan dengan sejarah yang pernah terjadi (dalam sejarah yang saya tahu karena barang kali sejarah yang saya ketahui bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi), relevan dengan masa kini, dan jika indikasi yang diterangkan dalam buku ini terus muncul maka bukan tidak mungkin di masa depan, realitas dalam buku ini benar-benar akan terjadi.  Ketika saya membaca buku ini di bab...

Korupsi dan Budaya Memberi Suku Sunda

Dalam budaya sunda, ketika seseorang akan berterima kasih, maka ia akan memberikan sesuatu. Entah dalam bentuk uang maupun hal lainnya. Akan tetapi dalam pasal undang-undang yang mengatur tentang korupsi disebut bahwa pemberian sesuatu kepada seseorang dengan maksud tertentu maka itu dikategorikan ke dalam suap atau gratifikasi yang termasuk dalam bentuk-bentuk korupsi. Hal ini yang terkadang membuat para guru atau dosen dibuat serba salah ketika ada muridnya yang telah lulus sekolah atau kuliah yang memberikan sesuatu kepada mereka dengan maksud berterima kasih. Hasinya, ada yang menerimanya karena tidak enak, ada yang menerimanya karena memandang hal itu sebagai budaya adat orang sunda, dan ada juga yang menolak karena merasa hal itu melanggar aturan. Ketiga tindakan itu jika dilihat dari sisi aturan dan budaya secara bersamaan maka tidak ada yang salah dan benar secara mutlak. Yang menjadikan hal itu salah adalah ketika oknum yang menerima ‘rasa terima kasih’ itu dengan mengiming-im...