Langsung ke konten utama

[REVIEW] Surrounded Me By Idiots Karya Thomas Eriksen

Buku menurutku sesuai untuk dibaca oleh seseorang yang belum memahami pola perilaku dirinya sendiri dan pola perilaku orang lain. Namun buku ini tidak membahasnya secara psikologis atau filsafat yang membutuhkan nalar atau pemahaman teori yang cukup mendalam. Buku ini dikemas berdasarkan satu teori DISM yang dicetuskan oleh seorang psikolog asal Amerika Serikat, Dr. William Moulton Marston. Pada buku ini, terdapat banyak studi kasus atau contoh nyata bagaimana kepribadian tiap warna (merah, kuning, hijau, biru) dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga atau di lingkungan pekerjaan.

Beberapa contoh kasus itulah yang membuat pembaca mengerti, apa saja warna (kecenderungan kepribadian) yang dimilikinya. Selain itu, di buku ini juga dibahas cara untuk menghadapi perilaku setiap warna. Inilah yang menurutku sangat luar biasa. Pemaparan buku ini cukup jelas dan benar-benar rinci sehingga cukup mudah mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari.

Poin terakhir yang membuatku betah membaca sampai akhir adalah buku ini tidak memberikan pembaca ciri-ciri yang mutlak, atau informasi matang yang bisa kita terapkan langsung. Tapi, buku ini membuat pembaca berpikir, buku ini menyebutkan bahwa tiap orang harus memahami sendiri pola perilaku dirinya dan orang lain berdasarkan data yang ada di buku itu, bukan secara langsung menuduh orang lain kalau mereka salah atau punya kepribadian yang sangat buruk lalu menggunakan buku ini untuk menghakimi orang lain.

Secara keseluruhan, buku ini sangat bagus sebagai bacaan yang ringan. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan terdapat ilustrasi dalam bentuk tabel yang membantu pembaca memahami isi buku. Banyaknya sudut pandang dan studi kasus (terutama dibagian akhir), serta soal diakhir buku yang menguji pemahaman pembaca tentang isi buku membuat buku ini solid sebagai bacaan yang berisi pengetahuan tentang kepribadian manusia yang kompleks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] Novel "1984" Karya George Orwell

  Baiklah, kali ini buku yang saya review agak berbeda dari biasanya, buku kali ini adalah buku terjemahan dari penulis luar negeri, George Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Buku yang saya baca diterjemahkan dengan sangat baik oleh Landung Simatupang dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Dengan tebal buku 397 halaman, saya kira buku ini adalah salah satu buku yang membuat saya menghela napas karena isi bukunya sangat menguras waktu dan pikiran ketika membacanya. Buku ini menceritakan sebuah kisah di masa depan, masa lalu, dan masa kini. George Orwell menuliskannya pada tahun 1949 dan isinya sangat relevan dengan sejarah yang pernah terjadi (dalam sejarah yang saya tahu karena barang kali sejarah yang saya ketahui bukanlah sejarah yang sebenarnya terjadi), relevan dengan masa kini, dan jika indikasi yang diterangkan dalam buku ini terus muncul maka bukan tidak mungkin di masa depan, realitas dalam buku ini benar-benar akan terjadi.  Ketika saya membaca buku ini di bab...

Korupsi dan Budaya Memberi Suku Sunda

Dalam budaya sunda, ketika seseorang akan berterima kasih, maka ia akan memberikan sesuatu. Entah dalam bentuk uang maupun hal lainnya. Akan tetapi dalam pasal undang-undang yang mengatur tentang korupsi disebut bahwa pemberian sesuatu kepada seseorang dengan maksud tertentu maka itu dikategorikan ke dalam suap atau gratifikasi yang termasuk dalam bentuk-bentuk korupsi. Hal ini yang terkadang membuat para guru atau dosen dibuat serba salah ketika ada muridnya yang telah lulus sekolah atau kuliah yang memberikan sesuatu kepada mereka dengan maksud berterima kasih. Hasinya, ada yang menerimanya karena tidak enak, ada yang menerimanya karena memandang hal itu sebagai budaya adat orang sunda, dan ada juga yang menolak karena merasa hal itu melanggar aturan. Ketiga tindakan itu jika dilihat dari sisi aturan dan budaya secara bersamaan maka tidak ada yang salah dan benar secara mutlak. Yang menjadikan hal itu salah adalah ketika oknum yang menerima ‘rasa terima kasih’ itu dengan mengiming-im...

[REVIEW] Novel "NAMAKU ALAM 1" Karya Leila S. Chudori

Sebelum masuk ke pembahasan, novel ini adalah buku kedua yang direview di blog ini, dan entah kenapa lagi-lagi karya Leila S. Chudori. Novel ini memiliki  latar yang hampir mirip dengan buku Laut Bercerita meskipun memiliki cerita yang jauh berbeda dengan tokoh yang berbeda pula. Nah, mari kita mulai review novel ini. Awal membaca novel ini, pembaca akan disuguhkan sebuah suasana muram, ditambah ilustrasi bab yang cukup membingungkan dan menarik minat mata untuk menjelajahi makna dibalik gambar unik tersebut. Hal yang menarik dalam novel ini adalah ketika setiap tokoh memiliki karakter yang khas dan dihidangkan dengan baik oleh penulis sehingga kita cepat akrab dengan dialog maupun tingkah tokoh-tokoh tersebut. Beberapa konflik antar tokoh juga seringkali diselesaikan dengan cara yang tidak terduga, seperti ketika Trimulya teman satu SMA Alam yang dibully oleh geng Denny sehingga dia harus pindah sekolah dan dipertemukan kembali dengan Alam secara tidak terduga. Tentu saja suasana ...